Bebasnya Bermesraan di Tempat Umum

Wednesday, 22 March 2017



Beberapa minggu yang lalu, saya sempat menemani seorang cowok Korea-Amerika yang datang ke Kopenhagen karena urusan pekerjaan. Karena hanya datang beberapa hari saja, si cowok bermaksud minta temani minum-minum sekalian ngobrol.

Kopenhagen adalah kota kedua yang dia kunjungi setelah London. Setelah ngerumpi seru, saya tahu kalau si cowok sebenarnya bukan orang yang maniak jalan-jalan seperti saya. Kalau bukan karena urusan kerjaan, si dia lebih senang menetap saja di Philadelphia dan minum-minum bersama temannya.

Karena tidak terlalu suka jalan-jalan dan eksplor tempat baru, cowok ini juga terlalu "normal" alias menganggap Eropa terlalu aneh.

Mengejar Paus Hingga Mabuk Laut

Monday, 20 March 2017



Meneruskan cerita di malam sebelumnya saat perburuan aurora yang berakhir tragis, siang ini jadwal lain saya mengikuti tur melihat paus di laut lepas. Tur yang akan berlangsung selama 3 jam ini dijadwalkan akan dimulai jam 1 siang di tempat dan kapal yang sama dengan yang dipakai semalam.

Ada cerita lucu tapi juga sedih dari kapal-kapal yang sedang terjejer rapih melabuh di pelabuhan. Kabarnya, kapal untuk melihat tur dan kapal untuk menangkap paus saling berdekatan. Sangat ironis ketika para turis membayar mahal untuk melihat paus hidup di laut lepas, namun di sisi lain, banyak nelayan lokal yang mencoba memburu paus untuk dijadikan santapan restoran.

Kalau sedang jalan-jalan di Laugavegur, coba saja intip menu-menu restoran yang ada di area tersebut. Selain menyajikan domba Islandia, menu terkenal lainnya pastilah paus ataupun burung Puffin. Siapa lagi yang tertarik mencoba menu eksotis tersebut kalau bukan para turis. Berjiwa petualang dan berkantong lebar? Silakan mencicipinya :)

Jalanan Cantik di Kopenhagen

Tuesday, 14 March 2017



Video di atas merupakan inspirasi jalanan favorit saya di Kopenhagen dalam rangka mengikuti kompetisi film yang diadakan Copenhagen Architectural Festival and DSB.

Kopenhagen memang kota yang benar-benar cantik, titik. Nyaris hampir di tiap sudut kota kita bisa menemukan tempat terbaik untuk diabadikan di album foto ataupun dipamerkan di Instagram. Jalanan berbatu, kafe-kafe lucu, pengendara sepeda yang kadang sedikit liar, hingga bangunan bergaya arsitektur kuno maupun modern yang berwarna-warni.

Perburuan Aurora di Atas Kapal

Wednesday, 25 January 2017



Setelah mengecek harga paket tur yang ada di beberapa website agensi di Islandia, saya akhirnya memutuskan membeli paket Northern Lights by Boat dan Whale Watching di Special Tours dengan masing-masing harga 9900 ISK. Karena membeli dua paket tur, saya mendapatkan diskon 1000 ISK dari pihak agensi.

Sepuluh hari sebelum keberangkatan, saya terus-terusan mengecek prakiraan cuaca di Reykjavík. Beberapa hari ke belakang, Reykjavík sedang diguyur hujan deras ditambah angin kencang. Kalau memang saat saya disana ternyata hujan, sayang sekali kalau harus membatalkan tur aurora dan paus yang sudah direncanakan.

Menengok Harga Tur Pariwisata di Islandia

Thursday, 19 January 2017



Meneruskan kembali cerita saya di Reykjavík, tidak lengkap rasanya membahas Islandia tanpa embel-embel Aurora Borealis. Selain memiliki keindahan alam yang dramatis, Islandia juga adalah satu tempat terbaik memburu aurora saat musim dingin. Tapi apakah semudah itu melihat aurora di Reyjkjavík?

Di daftar What Should I Do Before Dying saya sudah menuliskan "melihat Aurora Borealis" lima tahun silam, jika ada kesempatan liburan di Eropa. Harapan pun saya gantung tinggi-tinggi saat memutuskan liburan ke Reykjavík November tahun lalu. Selanjutnya, saya mulai mencari info bagaimana cara bisa memburu si aurora di Islandia.