Langsung ke konten utama

Postingan

Pengalaman Wawancara Magang dan Kerja Paruh Waktu di Oslo

Estimasi Waktu Baca:
Nasib tiap orang memang tak sama, tapi bagi saya, successful rate untuk dapat panggilan wawancara di Norwegia hanya sekitar 18%. Dari 50-an lamaran kerja yang dikirim, 9 aplikasi baru berhasil menyita perhatian rekruiter. Angka ini masih terbilang lumayan, karena cari kerja di Norwegia tanpa networking dan Norwegian fluency bisa jadi mimpi buruk. Untuk student job yang sifatnya part-time di toko atau restoran, kita tak hanya bersaing dengan pelajar lokal tapi juga internasional. Saingan terberatnya tentu saja para imigran dari Swedia yang lebih lucky karena mereka  speak the language . Dua tahun tinggal di Norwegia, saya baru menguasai norsk secara lisan di level A2.  Tak banyak lowongan kerja yang bisa saya lamar, kecuali pekerjaan di toko, kafe atau restoran. Padahal kalau mampu seminimalnya B2, ada banyak sekali pekerjaan paruh waktu di kantoran yang sangat  welcome  dengan pelajar. Sebagai tambahan, saya juga sempat melirik peluang paid o...

Belajar Ski Gratisan

Estimasi Waktu Baca:
Punya kesempatan tinggal di Norwegia, belajar ski atau setidaknya mencoba berdiri di papan ski adalah salah satu aktifitas yang ada dalam list saya. Kapan lagi bisa belajar ski di negara yang selalu langganan menjuarai olimpiade internasional ini?! Dua tahun ke belakang, pekerjaan saya hanya menjaga host kids di arena ski sementara orang tuanya menghabiskan waktu di slopes . Iri rasanya.  Tahun ini, saat Norwegia Selatan baru diguyur salju lebat di awal Maret, saya manfaatkan belajar main ski dengan pelatih pribadi dan tercinta saya, Mumu ! Well, he vowed to teach me since last year! Biaya kursus ski di Norwegia, khususnya Oslo, untuk 50 menit pertama dimulai di angka NOK 1500 (€150) untuk belajar 1-on-1 . Harga tentu saja sangat beragam berdasarkan tempat, durasi, serta jenis ski apa yang ingin kita pelajari. Jadi kalau kebetulan punya kerabat atau kenalan yang bisa mengajar dari dasar, mengapa tidak. Tapi meskipun olahraga ski dan Norwegia adalah dua hal yang sama-...

Membangun Perusahaan Startup di Norwegia

Estimasi Waktu Baca:
Setelah sibuk beberapa minggu ke belakang, saya akan membuka postingan pertama di bulan Maret tentang progress perkuliahan semester ini. Kalau ada yang tanya bagaimana kehidupan akademis saya di Universitas Oslo, jawabannya sedang ups and down . Tidak seperti semester lalu yang lebih disibukkan dengan riset dan presentasi, tahun ini pengalamannya lebih hands-on karena kami betul-betul terjun ke lapangan membuat perusahaan startup. Sebagai salah satu negara terkaya di dunia berdasarkan GDP per kapita, Norwegia akan menjadi tempat dimana perusahaan startup baru akan terus bermunculan. Jika kalian tinggal di sini dan punya ide bagus membuat perusahaan teknologi baru bersama tim yang berkompeten di atas rata-rata, kalian setidaknya mampu mengumpulkan 1-2M NOK ( ~1,5-3T Rupiah) pada fase pertama. Ada kabar baik juga bagi para pelajar yang tertarik membangun perusahaan startup. Banyak free money berkucuran dari organisasi di Norwegia yang mau menyumbangkan banyak uang untuk mendukung ...

Berburu 'Student Job' Tanpa Lelah (Bagian 2)

Estimasi Waktu Baca:
Setelah dua bulan lebih belum dapat kerja juga, saya hampir di ambang batas menyerah. Tapi, harus menyerah karena apa? Hidup akan terus berjalan dan saya masih harus membayar tagihan dan makan bulan depan! I need a new job dan saya harus terus cari kerja sampai dapat! (Cerita saya cari kerja sebelumnya, baca di sini . ) Banyak situs lowongan kerja saya kunjungi dan baca satu per satu setiap hari demi menemukan jenis pekerjaan yang cocok bagi student dan pas dengan kualifikasi saya. Lamaran demi lamaran pun terus saya kirimkan lewat online dan terus-terusan pula mendapatkan banyak penolakan. Seorang teman menganjurkan untuk mengantarkan CV door-to-door demi membuka kesempatan. Katanya, teman dia ada yang dua hari kemudian dipanggil wawancara karena pakai cara door-to-door.  Tapi karena malas cetak CV, buang-buang kertas, lalu keliling, saya belum tertarik menggunakan cara ini. Lagipula ada lebih dari 600 restoran dan kafe, serta ribuan toko di Oslo yang harus saya list ...

5 Alasan Mengapa Kamu Harus Tinggal dengan Keluarga Native

Estimasi Waktu Baca:
Salah satu hal yang membuat kamu sukses mendapatkan pengalaman berharga saat tinggal di luar negeri dan setelah melewati masa au pair, tentunya adalah host family atau keluarga asuh/angkat. Mereka yang bisa menerbangkan mu dari Indonesia menuju host countries  dan memberikan kesempatan mengikuti program pertukaran budaya di negara tujuan. Mereka adalah penentu apakah nasib mu di negara tersebut bisa berakhir menggembirakan, atau justru meninggalkan trauma. Keluarga angkat ini juga ada yang asli lokal, campuran, atau sama sekali bukan asli warga setempat. Saya pernah tinggal bersama keluarga non-native dan lebih banyak tinggal dengan keluarga native . Pandangan saya terhadap kedua tipe keluarga ini, ada yang super baik, ada juga yang super mean tergantung individualnya. Bukan dari mana mereka berasal. Yakin saja, keluarga jahat itu sebetulnya ada dimana-mana. Hanya saja, karena tujuan utama kita jadi au pair sebetulnya pertukaran budaya, saya sangat menganjurkan pilihlah kelua...

Pengalaman Naik Cathay Pacific Kelas Bisnis dan Ekonomi Rute Zürich - Hong Kong - Jakarta (PP)

Estimasi Waktu Baca:
Sudah lama saya mendengar reputasi baik Cathay Pacific yang selalu menjadi top airlines setiap tahunnya. Tak terlalu banyak kesempatan untuk mencoba maskapai asal Hong Kong ini, akhirnya di akhir tahun 2019 saya bisa mencicipi duduk di dua kelas sekaligus dalam satu rute; Ekonomi dan Bisnis. Naik maskapai ini juga sebetulnya kebetulan karena di tanggal yang saya pilih, hanya Cathay Pacific yang harganya paling murah untuk pulang ke Indonesia. Maklum, akhir tahun, peak season . Saya memesan tiket bolak-balik seharga NOK 6700 atau sekitar €658. Harga maskapai lainnya sudah di atas angka €900, bahkan mencapai €1400 untuk kelas Ekonomi! Tak lsampai Oslo memang, karena saya harus memesan tiket lagi setelahnya. Tapi apakah benar reputasi Cathay Pacific sebaik yang selalu diberitakan di media? Berikut review saya selama mengudara bersama Cathay Pacific!

Berburu 'Student Job' Tanpa Lelah (Bagian 1)

Estimasi Waktu Baca:
"It doesn't matter if you flip burgers, bricks or houses. Just don't sit on your ass all day flipping channels. Hustle." - Denzel Washington Setelah pencarian host families tanpa lelah sejak 5 tahun ke belakang, kegiatan saya berburu pekerjaan baru memang belum terhenti sampai di situ. Ketika mendengar cerita berkuliah saya di Norwegia, salah satu om menyayangkan keputusan saya harus kuliah dengan biaya sendiri. Apalagi setelah tahu saya akan kuliah sekalian bekerja paruh waktu untuk menopang biaya hidup. Ide ini dipandangnya cukup nekad dan gila mengingat beliau dulu bisa kuliah di luar negeri juga karena bantuan beasiswa. "Kalau ada beasiswa, ya kenapa juga harus repot-repot kerja? Sebaiknya fokus saja ke studi, daripada harus mengorbankan waktu sekalian kerja part-time ," ujarnya. Dari sana, beliau dengan pedenya menyuruh saya mencari tahu informasi beasiswa LPDP yang begitu dia banggakan tersebut  —  meskipun dulunya dapat beasiswa dari Peme...