Langsung ke konten utama

Postingan

Permit Ditolak, Pulang ke Indonesia!

Estimasi Waktu Baca:
February was the worst month ever di pengawal 2021! Dari mulai tesis, proyek startup, kerja, kursus Norwegia, sampai terkena job offer anxiety , semuanya menumpuk jadi satu! Setelah sukses membuat mood naik turun, perasaan saya dibuat kalut lagi dengan status izin tinggal di Norwegia. Karena banyak hal yang harus dipikirkan inilah, saya memutuskan menarik diri dulu dari semua update di Instagram & blog. Biasanya cuap-cuap tak henti berbagi cerita, tapi kali ini ada banyak hal lain yang harus diprioritaskan.  Yang pertama, karena job offer anxiety . Awal Februari, saya menerima email dari salah satu perusahaan bahwa saya berhasil maju ke tahap wawancara. Terlalu sering menerima email penolakan, makanya ketika dapat email positif seperti ini — apalagi dari perusahaan besar, rasanya senang sekali. Super girang juga karena posisinya bisa dibilang adalah dream job . Satu minggu sebelum wawancara saya sudah riset semua tentang perusahaan tersebut dan membuat sendiri poin yang k...

Belajar Fesyen dari Ibu-ibu Eropa

Estimasi Waktu Baca:
Meskipun tak pernah merasa jadi cewek stylish , namun saya termasuk orang yang cukup peduli dengan penampilan. Ke kampus, ke mol, kondangan, sebisa mungkin pakaian disesuaikan dengan acara. Gaya saya zaman sekolah dan kuliah dulu bisa dikatakan semi-vintage dan sedikit terpengaruh preppy look ala drama Asia. Kebanyakkan isi lemari hasil perburuan dari pasar pakaian bekas imporan Asia Timur yang menurut saya, modelnya lebih unik dan  retro . Sepatu yang saya pakai juga bukan dari merek ternama, karena harganya cuma 40-50 ribuan. Seseru itu belanja di Palembang karena 100 ribu Rupiah pun sudah bisa dapat setelan lengkap dari atas sampai bawah! Walaupun, gaya belanja seperti ini cukup sering ditentang oleh ibu saya sendiri. "Kalau Mama, daripada beli barang murahan tapi mudah rusak, lebih baik langsung beli barang mahal tapi awet," kata beliau saat itu. "Ya enak kalau ada uangnya. Bagaimana kalau belum ada, tapi ingin sepatu baru?" kilah saya. "Ya menabung dong!...

My Home, My Rules

Estimasi Waktu Baca:
Mungkin bagi orang awam yang tak tahu regulasi resmi au pair, uang saku €450 di Belgia atau NOK 5900 di Norwegia per bulan itu terlalu sedikit. Jauh dari upah minimum pegawai lainnya yang diwajibkan pemerintah setempat. Tapi mereka tak paham, bahwa uang saku yang diberikan ini adalah upah bersih yang diterima au pair tanpa harus bayar akomodasi dan makan setiap bulannya.  Sekarang, banyak yang ketagihan jadi au pair tidak hanya karena embel-embel pertukaran budaya. Tapi kegirangan, bisa tinggal di luar negeri dengan jaminan dari host family plus dapat gaji. Sebagai orang yang mengundang au pair ke rumah mereka, host family wajib menyediakan fasilitas kamar yang baik dan bahan makanan yang cukup, ditambah dengan uang saku yang sudah ditetapkan pemerintah untuk mencukupi kebutuhan tersier au pair. Sebagai timbal balik, au pair hanya perlu membantu urusan rumah tangga dan menjaga anak dari si keluarga saat dibutuhkan. Win-win solution demi kehidupan yang nyaman antara kedua belah ...

Aturan Nama Anak di Wilayah Nordik

Estimasi Waktu Baca:
Zaman sekarang, nama-nama anak Indonesia entah kenapa semakin panjang, sulit ditulis, serta dibuat super kreatif anti-mainstream . Ada yang dikutip dari bahasa lain, singkatan dari gabungan kata, ataupun hanya karena tersadar akan sesuatu, nama tersebut akhirnya tercipta. Di Indonesia, kebanyakan nama diberikan orang tua karena mengandung doa di dalamnya. Tak ada aturan baku yang mewajibkan harus menamai anak apa, hingga akhirnya orang tua boleh sekreatif mungkin merangkai nama agar tak pasaran dan termakan zaman. Ada juga artis yang mati-matian memikirkan nama anak sampai tak boleh dicontek oleh orang lain hanya karena nama tersebut dinilai begitu spesial. Tapi tahu kah kalian bahwa 5 negara di wilayah Nordik, Eropa Utara, punya aturan tertulis tentang penamaan yang diakui hukum negara? Bagi kita, aturan tertulis seperti ini mungkin terkesan konyol dan melampaui hak asasi sebagai orang tua. Negara harusnya menghukum para koruptor, bukan mengatur-atur nama masyarakatnya! Kurang kerjaan...

5 Sumber Gratis Belajar Bahasa Norwegia Secara Mandiri

Estimasi Waktu Baca:
Tidak seperti bahasa Jerman, Prancis, atau Belanda yang lebih terkenal, saya cukup amazed saat tahu ada beberapa orang di Indonesia tertarik belajar bahasa Norwegia. Beberapa dari mereka bahkan bertanya ke saya sumber belajar yang bisa digunakan mengingat tak ada yang menyelenggarakan kursusnya di Indonesia. Hanya dituturkan oleh 5,5 juta orang di Eropa Utara, bahasa Norwegia yang merupakan rumpun akar bahasa Jermanik sebetulnya bukanlah bahasa populer untuk dipelajari. Rasanya tak ada alasan yang kuat mempelajari bahasa ini jika kamu tak punya niat tinggal di negaranya langsung. Kebanyakan imigran yang tinggal di Norwegia pun sebetulnya hanya belajar mati-matian karena dua hal, syarat dapat pekerjaan dan sedang proses ingin mendapatkan PR ( Permanent Residence ) serta ganti kewarganegaraan. Di samping itu, masih banyak yang malas belajar karena mayoritas orang Norwegia lancar berbahasa Inggris. Tapi berita baiknya, Norwegia masuk ke dalam negara Skandinavia yang memiliki bahasa serum...