Langsung ke konten utama

Postingan

Experience The Best of Norway (For Free): Yuk Coba WWOOF!

Estimasi Waktu Baca:
Ingat sekali bagaimana dulu awal-awal saya mencari cara untuk bisa tinggal di luar negeri, salah satu informasi yang sering muncul lewat mesin pencari adalah WWOOF. Membaca deskripsinya, saya merasa WWOOF bisa jadi salah satu cara bagi kita yang ingin merasakan langsung kehidupan di luar negeri  –  khususnya di daerah perkebunan, peternakan, atau persawahan. WWOOF atau World Wide Opportunities on Organic Farms sudah ada lebih dari 50 tahun lalu dan awalnya merupakan wadah komunitas yang mendukung para petani lokal untuk memfasilitasi edukasi seputar pertanian organik dan sustanaible living . Didirikan di Britania Raya tahun 1971, WWOOF adalah salah satu program pertukaran pendidikan dan budaya pertama di dunia. Sekarang, WWOOF sudah tersebar di lebih dari 130 negara di dunia  –  termasuk Indonesia, dan jumlahnya diperkirakan akan terus berkembang. Bagi yang tertarik belajar lebih banyak tentang seluk beluk pertanian organik  –  atau setidaknya memegang prin...

Masuk Kuliah di Eropa Itu Mudah! Ini Buktinya!

Estimasi Waktu Baca:
Sekitar enam atau lima tahun lalu, saya mengobrol dengan salah satu teman sekelas yang baru masuk ke kelas bahasa Denmark kami. Cowok muda asal Islandia yang pindah ke Denmark untuk mengubah nasib ini sebetulnya ramah dan good looking , tapi mulutnya cukup sadis. Kalimatnya yang paling saya ingat sampai sekarang, "hanya ada dua tipe anak muda Asia yang bisa sampai Eropa. Yang suuuuper kaya sekali atau yang suuuuper pintar sekali! Kaya karena dibiayai orang tua atau pintar karena dapat beasiswa." Bodohnya, meskipun tahu itu salah namun saya iyakan pernyataan tersebut. Well, dia juga tak sepenuhnya salah sebetulnya. Namun yang saya ingat, dia tidak menanyakan mengapa saya ada di Denmark saat itu dan hanya nyerocos membicarakan hal lain setelahnya. If only he knew saya di Denmark jadi 'babu' alias au pair , mungkin akan menepis semua stereotipe dia sebelumnya tentang orang Asia di Eropa. Lambat laun, saya baru tahu bahwa si cowok ini bisa berkata demikian karena punya...

Ketika Nasib Membawa Mu Pulang

Estimasi Waktu Baca:
Kutipan tak bertuan berbahasa Norwegia di atas berarti, kebahagiaan itu tak selalu naik ke puncak tangga, tapi berhenti pada tahap dimana seseorang berkembang . Seringkali saya membaca dan mendengar kata-kata motivasi dari para imigran Indonesia yang tinggal di luar negeri atas nama perjuangan. Salah satunya, " anak rantau pantang pulang " atau yang sebetulnya lebih menggambarkan tak boleh pulang sebelum berhasil di negara orang. Meski tak semua berpendapat sama, namun keberhasilan ini lebih erat kaitannya dengan materi. Jujur, saya mungkin salah satu yang kurang setuju dengan kata-kata motivasi ini setelah merasakan langsung bahwa realita seringkali memaksa kita untuk jadi realistis. Tak selamanya usaha mendukung hasil. Kehidupan luar negeri nyatanya sangat keras dan tidak tercipta untuk semua orang. Beda kacamatanya ketika kamu hanya datang ke tempat asing membawa koper travelling . Saat jalan-jalan, kamu hanya akan melihat sisi terbaik dari negara yang sedang dikunjungi. ...

6 Persepsi Keliru Tentang Au Pair

Estimasi Waktu Baca:
Semakin banyak yang membagikan cerita kehidupan mereka sebagai au pair, semakin banyak juga anak muda Indonesia yang tertarik ingin mengikuti jejak. Cerita dibuat semotivatif dan semenarik mungkin agar interaksi dengan para pengikut terus berjalan. Dari mulai cerita betapa mudahnya pindah ke negara-negara di Eropa, bisa dapat pacar bule yang seru dijadikan konten, hingga kesempatan melanjutkan sekolah atau berkarir di luar negeri. Gaya orang bercerita memang berbeda. Namun bagi kalian yang tertarik jadi au pair, saya sarankan tetap harus banyak mencari info dari kanan kiri sebelum cepat menarik kesimpulan dari satu pernyataan. Jangan sampai mimpi terkalahkan ekspektasi yang melambung tinggi. Au pair bukanlah program yang ' too good to be true '. Berikut 6 persepsi keliru yang sering saya dengar: 1. Mewujudkan mimpi mu tinggal di luar negeri secara gratis Entah sudah berapa kali saya membaca beberapa tulisan yang sengaja menarik minat pembaca dengan mengiming-imingi program au p...

Negara Rekomendasi di Eropa Sesuai Tujuan Au Pair Mu

Estimasi Waktu Baca:
Pertama kali mendengar program au pair, yang terlintas di benak saya tentu saja pengalaman pertukaran budaya antara kita dan host family di satu negara. Terkesan naif sekali memang karena ternyata ada banyak sekali motif para au pair yang sengaja datang ke Eropa. Apa itu, silakan baca di postingan ini ! Di postingan lainnya tentang negara tujuan , ada 12 negara di Eropa yang saya rekomendasikan bagi para calon au pair yang mungkin masih kebingungan ingin ke mana. Swiss menjadi daftar tambahan saya lainnya, walaupun kesempatan ke sini juga cukup kecil. Ada banyak sekali canton  (distrik/kecamatan) di Swiss yang masih menutup kesempatan bagi au pair non-EU. Makanya kalau kamu tertarik dan sempat terlibat percakapan dengan satu keluarga di Swiss, pastikan bahwa keluarga ini tinggal di canton yang regulasinya memungkinkan bagi pemegang paspor Indonesia. Bagi yang masih bingung juga, yuk seru-seruan mengecek daftar negara rekomendasi saya berikut ini yang bisa jadi pertimbanga...

Kuliah Mandiri di Luar Negeri, Keberuntungan atau Kerja Keras?

Estimasi Waktu Baca:
" Menurut kamu ya, Nin, apakah memungkinkan kuliah di luar negeri pakai biaya sendiri, tanpa bantuan teman, pacar, saudara, atau host family saat lagi pandemi seperti ini? " tanya seorang rekan au pair di akhir tahun 2020 saat kami nongkrong di pusat kota Oslo. Tulisan ini semestinya dirilis lebih awal, ketika cerita hidup saya yang nelangsa sebagai mahasiswi di Norwegia lebih relevan. Pertanyaan tersebut muncul tanpa sebab. Teman saya ini tahu betul bagaimana terpuruknya saya saat menjalani semester dua dengan tertatih karena sempat kehilangan pekerjaan. Di saat genting ini, uang tabungan saya semasa au pair terkuras dan cari kerja lagi juga tak mudah. Keluarga di Indonesia tak bisa banyak membantu secara materi. Pun teman sejawat hanya bisa menolong dari segi moril. Berandai-andai, teman saya tersebut hanya ingin tahu apakah mungkin mantan au pair yang lanjut kuliah mandiri semasa pandemi bisa hidup nyaman? Jika waktu bisa diputar kembali, mungkinkah kemarin saya bisa men...

Au Pair: Dulu dan Sekarang

Estimasi Waktu Baca:
Belum masuk 2022 dan saya baru tahu au pair pun sekitar 9 tahun lalu. Rasanya terlalu cepat membahas apa yang terjadi di dunia peraupairan dari tahun ke tahun dan membandingkannya dengan apa yang terjadi sekarang. Namun yang menarik, sudah banyak hal yang terjadi dalam kurun waktu kurang dari satu dekade ini. Bagi yang baru mengikuti blog ini dan belum tahu apa yang saya lakukan di Eropa, bisa mampir ke postingan saya ketika pertama kali mendarat di Belgia . Di tahun 2014, langkah besar saya ke Eropa dimulai dengan menjadi au pair. Yang belum tahu, au pair adalah program pertukaran budaya dimana kita  —  anak muda di bawah usia 30 tahun  —  bisa tinggal dengan keluarga angkat ( host family ) di luar negeri dan menghasilkan uang dari membantu mengurus anak serta bersih-bersih di rumah mereka. Selain dapat uang saku, kita juga difasilitasi kamar pribadi, makanan, serta dibayari kursus bahasa oleh keluarga tersebut. We definitely do NOT live for free karena kita b...