Langsung ke konten utama

NOODLE STATION: Tempat Makan Terbaik di Mahalnya Reykjavík

Estimasi Waktu Baca:

Untuk urusan perut saat travelling, saya cukup yang tidak ingin ambil aman. Saya tidak terburu-buru mencari Mekdi ataupun Subway terdekat hanya karena murah. Daripada menyerah dengan burger asal Amerika, saya malah ke supermarket mencari buah, yoghurt, ataupun mie instan kalau sedang kehabisan uang dan tidak bisa mencicipi makanan lokal. Don't get me wrong! I do love burger and fries, but show me the local ones please ;)

So, what I always do before travelling? Always study place to eat beforehand!

Di pusat kota Reykjavík, saya tidak menemukan makanan cepat saji semisal Mekdi, Subway, maupun rekan-rekannya. Bagus! Seputar area downtown Reykjavík, saya hanya melihat restoran lokal khas Islandia, masakan oriental, ataupun hotdog terenak yang kata orang sangat recommended!


Sebelum ke Islandia, saya memang sudah membaca reputasi bagus bar soup di daerah Laugavegur, Noodle Station. Beruntung sekali, hostel yang akan saya tempati hanya 2 menit jalan kaki dari tempat ini. Selain mendapatkan predikat "The Best Spot" untuk harga makanan termurah di Reykjavík, rasa sup mie-nya pun super enak!

Saat datang untuk makan malam, hampir seluruh meja penuh oleh pelanggan. Meskipun kebanyakan pelanggan berwajah Asia, tapi banyak juga pelanggan berkulit putih masuk dan keluar tempat ini.

Pelayan di kasir memang terkesan flat seperti tidak ramah, namun sebenarnya memang sepertilah tipikal orang Islandia (meskipun bermuka Asia). Tanpa pikir panjang, saya langsung saja memesan semangkuk sup mie daging seharga 1540 ISK (sekitar 96DKK atau €13). Sebelum berpindah tangan, pelayan juga menanyakan apakah mie kita ingin ditambah cabe atau tidak. Tentu sajaaa!


Dang! Di hirupan kuah pertama, saya sudah jatuh cinta dengan makanan ini. Supnya sangat segar dengan aroma koriander yang khas. Mirip-mirip kuah bakso atau tekwan khas Palembang. Dagingnya pun sangat lembut dan enak. Benar-benar kombinasi mie, sup, dan rasa daging yang pas. Saking senangnya menemukan tempat ini, saya nyaris nangis bahagia. Kalau memang kurang pedas ataupun gurih, di meja juga disediakan bubuk cabe, kacang halus sebagai topping, ataupun garam.

Di hari kedua, saya memaksakan diri kembali lagi ke tempat ini untuk makan malam. Padahal saya sudah reservasi meja di restoran lain, lho. Jadi sebelum datang ke restoran, akhirnya saya menyerah dan jalan kaki setengah jam ke Noodle Station. Saya pun memilih menu vegetarian yang lebih murah seharga 890ISK (sekitar 56DKK atau €7,5).

 
Meskipun sama-sama menyegarkan dan mengenyangkan, tapi entah kenapa saya lebih merekomendasikan beef noodle. Kombinasinya lebih pas dan menari-nari di mulut. Duh, ngiler lagi!

Selain menu daging dan vegetarian, mereka juga menyediakan menu ayam. Harga supnya pun hampir sama dengan menu daging. Saya tidak tahu kombinasinya seperti apa, tapi sepertinya saya harus kembali lagi ke tempat ini mencoba sendiri.

Kurang kenyang? Boleh tambah mie, tambah daging atau ayam, ataupun memesan sup dengan mangkuk yang lebih besar dengan ekstra biaya. Trust me, food in Reykjavík are so daaaamn expensive! Croissant ataupun roti cokelat yang biasanya saya beli di Denmark seharga 7-10DKK (sekitar €2), disini bisa 299ISK (sekitar 20DKK atau €2,7) per biji!

Makanya tempat ini serasa surga bagi pecinta makanan pedas atau fans mie kuah bercita rasa oriental. Ssst...bumbu sedap a la Noodle Station sebenarnya resep rahasia dari keluarga Thailand!

Die die must try! Highly recommended! 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bule Ketemu Online, Bisakah Serius?

Estimasi Waktu Baca:
( PERHATIAN!!! SAYA BANYAK SEKALI MENERIMA TESTIMONIALS SOAL COWOK-COWOK DARI INGGRIS YANG MEMINTA ALAMAT SI CEWEK YANG DIKENAL VIA ONLINE. FYI , HAMPIR SEMUA MODUS PENIPUAN SEPERTI INI BERASAL DARI INGGRIS DAN AMERIKA! JANGAN PERNAH TERTIPU KEMASAN KULIT PUTIHNYA, KARENA BISA JADI YANG KALIAN AJAK CHATTING -AN ATAU VIDEO CALL -AN ITU ADALAH PENIPU !! JANGAN PERNAH BERI DATA DIRI SEPERTI NAMA LENGKAP, ALAMAT, SERTA NOMOR IDENTITAS ATAU KARTU KREDIT KE ORANG-ORANG ASING LEWAT DUNIA DIGITAL! BE SMART, BE AWARE, AND PLEASE JANGAN DULU BAPERAN KALO ADA YANG MENGAJAK NIKAH PADAHAL BARU SEMINGGU KENAL!!!) Selain berniat jadi au pair, ternyata blog saya banyak dikunjungi oleh cewek-cewek Indonesia yang ingin pacaran atau sedang dekat dengan bule. Gara-gara tulisan tentang cowok Eropa dan cowok Skandinavia , banyak pembaca blog yang mengirim surel ke saya dan curhat masalah cintanya dengan si bule. Aduh, padahal saya jauh dari kata "ahli" masalah cinta-cintaan. Saya sebetu...

Berniat Pacaran dengan Cowok Skandinavia? Baca Ini Dulu!

Estimasi Waktu Baca:
"Semua cowok itu sama!" No! Tunggu sampai kalian kenalan dan bertemu dengan cowok-cowok tampan namun dingin di Eropa Utara. Tanpa bermaksud menggeneralisasi para cowok ini, ataupun mengatakan saya paling ekspert, tapi cowok Skandinavia memang berbeda dari kebanyakan cowok lain di Eropa. Meskipun negara Skandinavia hanya Norwegia, Denmark, dan Swedia, namun Finlandia dan Islandia adalah bagian negara Nordik, yang memiliki karakter yang sama dengan ketiga negara lainnya. Tinggal di bagian utara Eropa dengan suhu yang bisa mencapai -30 derajat saat musim dingin, memang mempengaruhi karakter dan tingkah laku masyarakatnya. Orang-orang Eropa Utara cenderung lebih dingin terhadap orang asing, ketimbang orang-orang yang tinggal di kawasan yang hangat seperti Italia atau Portugal. Karena hanya mendapatkan hangatnya matahari tak lebih dari 3-5 minggu pertahun, masyarakat Eropa Utara lebih banyak menutup diri, diam, dan sedikit acuh. Tapi jangan salah, walaupun dingin dan hampa...

Program Au Pair Selama Pandemi

Estimasi Waktu Baca:
Tidak hanya satu dua orang pembaca blog yang tiba-tiba DM dan mengeluh betapa susahnya kesempatan mereka jadi au pair di kala pandemi ini. Ada juga yang bertanya apakah karena Korona, program au pair dihilangkan untuk sementara waktu. Satu orang calon au pair yang harusnya berangkat ke Eropa tahun ini, saya dengar aplikasi visanya masih tertahan di Indonesia karena kantor penyedia servis belum buka. First of all, I feel sorry for them. Karena pandemi global yang sampai detik ini belum menemukan titik terang, kita harus dihadapkan dengan  new normal yang sebetulnya juga tak normal. Kegiatan di luar rumah dibatasi, perbatasan imigrasi tertutup untuk orang Indonesia, serta banyaknya penundaan aktifitas fisik di sana-sini demi mengurangi penyebaran infeksi. Tentunya karena perubahan peraturan di semua wilayah di dunia, imbas paling besar terjadi di pintu perbatasan antara negara. Kita tidak bisa seenaknya jalan-jalan ke luar negeri seperti dulu apalagi ke negara bervisa seperti Eropa...

Mempelajari Karakter Para Cowok di Tiap Bagian Eropa

Estimasi Waktu Baca:
*I talk a lot about European boys in this blog, but seriously, this is always the hottest topic for girls! ;) Oke, salahkan pengalaman saya yang jadi serial dater  selama tinggal di Eropa. Tapi gara-gara pengalaman ini, saya juga bisa bertemu banyak orang baru sekalian mempelajari karakter mereka. Cowok-cowok yang saya temui ini juga tidak semuanya saya kencani. Beberapa dari mereka saya kenal saat workshop, festival, ataupun dari teman. Beruntung sekali, banyak juga teman-teman cewek yang mau menceritakan pengalamannya saat berkencan dari cowok ini, cowok itu, and all of them have wrapped up neatly in my head! Secara umum, tulisan yang saya ceritakan disini murni hasil pengalaman pribadi, pengalaman teman, ataupun si cowok yang menilai bangsanya secara langsung. Letak geografis Eropanya mungkin sedikit rancu, tapi saya mengelompokkan mereka berdasarkan jarak negara dan karakter yang saling berdekatan. Kita semua benci stereotipe, tapi walau bagaimana pun kita teta...

Memahami Keheningan Cowok Finlandia dalam Tiga Bahasa

Estimasi Waktu Baca:
Yuk, curcol soal cowok-cowok Eropa lagi! :p Seriusan, dari sekian kali berkencan dengan para cowok Eropa, hanya cowok dari bangsa satu ini yang membuat saya pusing bukan main. Finlandia, negara bagian utara Eropa yang masuk ke dalam wilayah Nordik meskipun letaknya lebih dekat dengan Rusia dan Eropa Timur. Ketertarikan saya dengan Finlandia sebenarnya bermula sejak kuliah. Tidak jarang, dosen saya menyebut-nyebut sistem edukasi Finlandia yang terbaik seluruh dunia hingga sering dijadikan tempat untuk studi banding. Karena hal inilah, di awal semester 6 saya nekad belajar bahasa Finlandia secara otodidak! Hijrah ke Belgia dan Denmark, membuat saya lupa kalau pernah belajar bahasa Finlandia. Hingga suatu ketika, perkenalan saya dengan seorang cowok asli Finlandia pun muncul. " Hauska tutustua! (Senang berkenalan dengan kamu!)" kata saya saat tahu dia berasal dari Finlandia. "Wow! Kamu bisa bahasa Finlandia?" katanya takjub sambil tepuk tangan. " Ei...