Langsung ke konten utama

Enaknya Jadi Au Pair

Estimasi Waktu Baca:

Kalau kamu belum tahu au pair itu apa, sebaiknya kamu baca dan mengerti dulu baik-baik konteks au pair itu sendiri. Bagi yang masih juga skeptis saat tahu au pair disamakan dengan babu, think! Think again! 

Meskipun banyak sekali cerita tentang au pair yang terpaksa bekerja overtime ataupun kedapatan keluarga angkat yang mean, tapi keluarga angkat itu ibarat perusahaan. Tidak semua perusahaan memperlakukan karyawannya dengan baik. Tapi, kalau memang bernasib mendapatkan perusahaan oke, fasilitas dan perlakuan mewah pun tidak jarang akan didapatkan.

Di postingan sebelumnya, saya pernah memberikan alasan mengapa kamu harus menjadi au pair setidaknya selama satu tahun. Selain mendapat kesempatan jalan-jalan keluar negeri dan belajar budaya baru, beberapa keuntungan berikut ini bisa kamu dapatkan langsung dari keluarga angkat.

1. Kamar dan fasilitas rumah yang modern

Walaupun tidak bisa dipukul rata, tapi kebanyakan keluarga yang mendatangkan au pair ke rumah mereka termasuk orang kaya. Bayangkan, satu keluarga harus mendatangkan seorang gadis asing ke rumah mereka, dibelikan tiket pesawat, dibayari kursus ini itu, belum lagi asuransi dan lainnya. Meskipun banyak yang menganggap memiliki au pair lebih murah dari mempekerjakan nanny, tapi si keluarga setidaknya harus mengeluarkan uang lebih juga setiap bulannya untuk kebutuhan primer si au pair.

Para keluarga kaya ini tidak jarang memiliki rumah mewah dengan fasilitas modern yang mengagumkan. Mereka biasanya menyediakan televisi, radio, hingga Netflix bagi si au pair agar merasa homey. Fasilitas lain seperti kamar mandi pribadi, ruang gym, laptop pinjaman, ataupun kompor listrik pun biasanya bisa au pair rasakan selama menjadi keluarga di rumah mereka.

2. Eat what you want

Kalau bernasib baik mendapatkan keluarga royal dan tidak pelit, biasanya au pair juga bebas makan apapun yang sudah disediakan keluarga angkat. Untuk mencukupi gizi dan kebutuhan si au pair, banyak keluarga yang peduli dengan makanan favorit au pair mereka, termasuk vegan ataupun Halal.

Seorang au pair yang saya kenal, bahkan dipercaya memegang langsung kartu kredit si keluarga angkatnya agar bebas membeli sendiri makanan yang dia mau di supermarket. Beberapa au pair yang saya kenal pun disediakan lemari es sendiri untuk menyimpan makanan favoritnya semisal salmon, soda, ataupun jenis-jenis snack yang selalu dia makan. Karena tahu salmon adalah barang mahal, lucunya si au pair ini sedikit memanfaatkan kesempatan untuk dibelikan salmon setiap minggunya.

3. Liburan yang mewah

Liburan dengan keluarga angkat itu ibarat blessing in disguise. Di satu sisi, keluarga angkat tidak keberatan membayar tiket pesawat si au pair, disewakan kamar hotel pribadi, bahkan diajak keliling kesana kemari GRATIS! Di sisi lain, liburan dengan keluarga angkat itu sungguh tidak bebas. Meskipun judulnya liburan, tapi sejatinya yang liburan itu malah si keluarga. Faktanya, au pair masih belum bisa bebas tugas mengasuh anak-anak saat liburan.

Sekali lagi, liburan dengan keluarga angkat memang bisa sangat menyenangkan tapi juga terkekang. Lebih dari itu, sebenarnya banyak juga pengalaman tak terlupakan yang au pair bisa dapatkan. Selain jalan-jalan kesana kemari gratis dan menginap di hotel mahal, au pair juga diikutsertakan ke aktifitas keluarga seru seperti snorkelling, sky diving, menunggang kuda, ataupun ski.

Seorang teman mantan au pair pernah diajak liburan gratis dengan jet pribadi keluarga angkatnya, lho! Beberapa teman au pair lain sering diajak bolak-balik UK, Hollywood, summer cottage, pulau-pulau cantik, ataupun hotel mewah, karena keluarga angkat mereka memang sering pergi ke tempat tersebut.

4. Hadiah tak diharapkan

Percayalah, keluarga angkat yang baik akan selalu menghadiahi pengalaman yang seru dan menarik bagi au pair mereka. Saat di Belgia, saya beruntung mendapatkan kesempatan once in a lifetime naik helikopter yang diterbangkan dan mendarat langsung di halaman rumah keluarga angkat saya.

Seorang au pair pernah bekerja di rumah keluarga yang ibunya seorang pengrajin perhiasan. Saat si au pair ini bertunangan, si ibu bersedia membuatkan cincin pernikahan yang berkomposisi berlian. Ada lagi mantan au pair yang saya kenal, tiba-tiba mendapatkan hadiah Natal berupa laptop beserta CD-drive langsung. Ada juga seorang au pair yang ingin pergi liburan, diberi uang jajan lebih oleh si keluarga angkat.

Sekali lagi, seorang au pair tidak akan pernah tahu dan berharap lebih pada keluarga angkat mereka. Tapi kalau memang kebetulan mendapatkan keluarga kaya dan baik hati, berbagai hadiah pun bisa didapatkan bertubi-tubi.

5. You can also drive

Banyak keluarga angkat yang biasanya membutuhkan au pair dengan surat izin mengemudi, agar bisa mengantar-jemput anak-anak mereka dari berbagai aktifitas. Mengemudi mobil bisa jadi sangat membosankan dan menjemukan, apalagi ini bagian dari tugas.

Eiits, tapi kalau berkesempatan mencoba mobil mewah si keluarga angkat, siapa yang tidak mau coba? Meskipun titelnya, pinjaman keluarga angkat, kapan lagi bisa mengemudi mobil sport BMW keluaran terbaru di jalanan Eropa?! Fasten your seat belt!



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Program Au Pair Selama Pandemi

Estimasi Waktu Baca:
Tidak hanya satu dua orang pembaca blog yang tiba-tiba DM dan mengeluh betapa susahnya kesempatan mereka jadi au pair di kala pandemi ini. Ada juga yang bertanya apakah karena Korona, program au pair dihilangkan untuk sementara waktu. Satu orang calon au pair yang harusnya berangkat ke Eropa tahun ini, saya dengar aplikasi visanya masih tertahan di Indonesia karena kantor penyedia servis belum buka. First of all, I feel sorry for them. Karena pandemi global yang sampai detik ini belum menemukan titik terang, kita harus dihadapkan dengan  new normal yang sebetulnya juga tak normal. Kegiatan di luar rumah dibatasi, perbatasan imigrasi tertutup untuk orang Indonesia, serta banyaknya penundaan aktifitas fisik di sana-sini demi mengurangi penyebaran infeksi. Tentunya karena perubahan peraturan di semua wilayah di dunia, imbas paling besar terjadi di pintu perbatasan antara negara. Kita tidak bisa seenaknya jalan-jalan ke luar negeri seperti dulu apalagi ke negara bervisa seperti Eropa...

Bule Ketemu Online, Bisakah Serius?

Estimasi Waktu Baca:
( PERHATIAN!!! SAYA BANYAK SEKALI MENERIMA TESTIMONIALS SOAL COWOK-COWOK DARI INGGRIS YANG MEMINTA ALAMAT SI CEWEK YANG DIKENAL VIA ONLINE. FYI , HAMPIR SEMUA MODUS PENIPUAN SEPERTI INI BERASAL DARI INGGRIS DAN AMERIKA! JANGAN PERNAH TERTIPU KEMASAN KULIT PUTIHNYA, KARENA BISA JADI YANG KALIAN AJAK CHATTING -AN ATAU VIDEO CALL -AN ITU ADALAH PENIPU !! JANGAN PERNAH BERI DATA DIRI SEPERTI NAMA LENGKAP, ALAMAT, SERTA NOMOR IDENTITAS ATAU KARTU KREDIT KE ORANG-ORANG ASING LEWAT DUNIA DIGITAL! BE SMART, BE AWARE, AND PLEASE JANGAN DULU BAPERAN KALO ADA YANG MENGAJAK NIKAH PADAHAL BARU SEMINGGU KENAL!!!) Selain berniat jadi au pair, ternyata blog saya banyak dikunjungi oleh cewek-cewek Indonesia yang ingin pacaran atau sedang dekat dengan bule. Gara-gara tulisan tentang cowok Eropa dan cowok Skandinavia , banyak pembaca blog yang mengirim surel ke saya dan curhat masalah cintanya dengan si bule. Aduh, padahal saya jauh dari kata "ahli" masalah cinta-cintaan. Saya sebetu...

Berniat Pacaran dengan Cowok Skandinavia? Baca Ini Dulu!

Estimasi Waktu Baca:
"Semua cowok itu sama!" No! Tunggu sampai kalian kenalan dan bertemu dengan cowok-cowok tampan namun dingin di Eropa Utara. Tanpa bermaksud menggeneralisasi para cowok ini, ataupun mengatakan saya paling ekspert, tapi cowok Skandinavia memang berbeda dari kebanyakan cowok lain di Eropa. Meskipun negara Skandinavia hanya Norwegia, Denmark, dan Swedia, namun Finlandia dan Islandia adalah bagian negara Nordik, yang memiliki karakter yang sama dengan ketiga negara lainnya. Tinggal di bagian utara Eropa dengan suhu yang bisa mencapai -30 derajat saat musim dingin, memang mempengaruhi karakter dan tingkah laku masyarakatnya. Orang-orang Eropa Utara cenderung lebih dingin terhadap orang asing, ketimbang orang-orang yang tinggal di kawasan yang hangat seperti Italia atau Portugal. Karena hanya mendapatkan hangatnya matahari tak lebih dari 3-5 minggu pertahun, masyarakat Eropa Utara lebih banyak menutup diri, diam, dan sedikit acuh. Tapi jangan salah, walaupun dingin dan hampa...

Mempelajari Karakter Para Cowok di Tiap Bagian Eropa

Estimasi Waktu Baca:
*I talk a lot about European boys in this blog, but seriously, this is always the hottest topic for girls! ;) Oke, salahkan pengalaman saya yang jadi serial dater  selama tinggal di Eropa. Tapi gara-gara pengalaman ini, saya juga bisa bertemu banyak orang baru sekalian mempelajari karakter mereka. Cowok-cowok yang saya temui ini juga tidak semuanya saya kencani. Beberapa dari mereka saya kenal saat workshop, festival, ataupun dari teman. Beruntung sekali, banyak juga teman-teman cewek yang mau menceritakan pengalamannya saat berkencan dari cowok ini, cowok itu, and all of them have wrapped up neatly in my head! Secara umum, tulisan yang saya ceritakan disini murni hasil pengalaman pribadi, pengalaman teman, ataupun si cowok yang menilai bangsanya secara langsung. Letak geografis Eropanya mungkin sedikit rancu, tapi saya mengelompokkan mereka berdasarkan jarak negara dan karakter yang saling berdekatan. Kita semua benci stereotipe, tapi walau bagaimana pun kita teta...

Ayo Belajar Bahasa Asing!

Estimasi Waktu Baca:
Apa yang kalian lakukan di rumah saat sedang galau, bad mood , kesepian, ataupun bosan tiada tara? Nonton TV atau DVD? Dengar radio? Curhat sama teman? Jalan ke mal? Atau tidur-tiduran di kasur, pasang AC, sekalian BBMan sama someone ? Semuanya tidak ada yang salah. Semuanya bisa kita lakukan untuk membunuh rasa bosan dan jenuhnya rutinitas setiap hari. Tapi tahu apa yang biasanya saya lakukan saat sedang bosan dan malas sekali melakukan aktifitas di luar? BELAJAR BAHASA ASING! Lho kok, sedang bosan masih sempet-sempetnya belajar? Belajar bahasa asing pula! Bahasa Inggris aja belum lulus ini. Yuhuuu.. Entah kenapa daripada berkeluh kesah dan mikirin si doi yang belum tentu mikirin kita (duilee..curhat) saya lebih menikmati buku-buku traveling ataupun buka Youtube untuk belajar bahasa asing. Saya merasa selain kegiatan ini positif, pikiran juga teralihkan dari rasa bosan yang kadang membuat saya mau teriak sejadi-jadinya. Terus apa sih enaknya belajar bahasa asing...