Langsung ke konten utama

Bebasnya Bermesraan di Tempat Umum

Estimasi Waktu Baca:

Photo: 
The Jane 

Beberapa minggu yang lalu, saya sempat menemani seorang cowok Korea-Amerika yang datang ke Kopenhagen karena urusan pekerjaan. Karena hanya datang beberapa hari saja, si cowok bermaksud minta temani minum-minum sekalian ngobrol.

Kopenhagen adalah kota kedua yang dia kunjungi setelah London. Setelah ngerumpi seru, saya tahu kalau si cowok sebenarnya bukan orang yang maniak jalan-jalan seperti saya. Kalau bukan karena urusan pekerjaan, si dia lebih senang menetap saja di Philadelphia dan minum-minum bersama temannya.

Karena tidak terlalu suka jalan-jalan dan eksplor tempat baru, cowok ini juga terlalu "normal" alias menganggap Eropa terlalu aneh.

"Di Amerika, kalau kamu sendirian di bar, biasanya akan ada saja yang mengajak ngobrol dari kanan kiri. Sangat mudah cari kenalan ataupun sekedar teman ngerumpi. Di Denmark, semuanya terkesan individualis dan tertutup," komentarnya.

Welcome to Denmark!

"Tadi saya ke toilet, melewati sepasang muda mudi di sofa sana. It's so weird! Mereka ciuman tanpa henti. Pas saya selesai dan lewat, ciumannya juga masih lanjut," katanya lagi ketika kami sedang berada di sebuah bar fancy favorit saya.

Saya nyengir, "iya, memang begitu (di Denmark). Tidak akan ada yang peduli apa yang kamu lakukan, asalkan jangan berhubungan seks saja disini."

"What? Aneh! Itu tidak sopan, you know? Di Amerika, kalau kamu ingin melakukan yang seperti itu, mending di tempat tertutup. Ada sih yang ciuman di tempat umum, tapi kebanyakan anak-anak ABG yang lagi kasmaran lah. Pokoknya PDA (Public Display Affection) itu terlalu kekanakkan. Mungkin kalau kamu melihat di tv, kayaknya semua film ada bumbu ciuman dan seksnya. Tapi faktanya, seks masih tabu di Amerika."

Si cowok ini berkali-kali mengecap Denmark negara aneh karena sungguh berbeda dari Amerika. Budaya rekan kerja, sistem sosial, hingga betapa bebasnya capcipcup di tempat umum.
 
Welcome to Scandinavia!

Saya akui, negara-negara Skandinavia (dan Nordik) termasuk yang sangat terbuka terhadap nudity dan seks. Di negara ini, seks bukan lagi hal yang dianggap tabu. Banyak buku dan siaran tv yang secara langsung menunjukkan tentang nudism.

Saya pernah melihat salah satu buku Emilia, host kid saya, tentang proses bagaimana bayi dibuat hingga masa persalinan. Di buku tersebut pun terpampang jelas bagaimana si ilustrator menggambarkan alat kelamin, hubungan ranjang, hingga keadaan bayi keluar dari itunya si ibu.

Karena keliberalan inilah, banyak juga anak-anak ABG yang tidak malu menceritakan tentang cerita seks mereka dengan orang tua. Hubungan seks juga seringkali jadi percobaan dulu sebelum ingin dibawa kemana sebuah hubungan. Banyak anak muda yang berkenalan dengan lawan jenis di bar, tidur dan berhubungan, lalu lihat saja besok paginya. Kalau tidak ada sex compatibility antara mereka, bye! Kalau ternyata ada, pertemuan baru berlanjut di kafe sekalian ngopi-ngopi seru.

Makanya jangan heran dan jijik kalau menemukan banyak pasangan yang tidak malu mengumbar kemesraan di dalam kereta, bar yang penuh orang, tengah jalan, hingga bus kota. Intinya, di negara yang sungguh berbeda dari negara kita, cukup tunjukkan rasa respek saja terhadap mereka. Jangan terus-terusan dipandangi, apalagi diberikan pandangan sinis. Sekali lagi, urusi saja urusan kita sendiri.

...and after all, this what travel teaches us, immersing the differences.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Program Au Pair Selama Pandemi

Estimasi Waktu Baca:
Tidak hanya satu dua orang pembaca blog yang tiba-tiba DM dan mengeluh betapa susahnya kesempatan mereka jadi au pair di kala pandemi ini. Ada juga yang bertanya apakah karena Korona, program au pair dihilangkan untuk sementara waktu. Satu orang calon au pair yang harusnya berangkat ke Eropa tahun ini, saya dengar aplikasi visanya masih tertahan di Indonesia karena kantor penyedia servis belum buka. First of all, I feel sorry for them. Karena pandemi global yang sampai detik ini belum menemukan titik terang, kita harus dihadapkan dengan  new normal yang sebetulnya juga tak normal. Kegiatan di luar rumah dibatasi, perbatasan imigrasi tertutup untuk orang Indonesia, serta banyaknya penundaan aktifitas fisik di sana-sini demi mengurangi penyebaran infeksi. Tentunya karena perubahan peraturan di semua wilayah di dunia, imbas paling besar terjadi di pintu perbatasan antara negara. Kita tidak bisa seenaknya jalan-jalan ke luar negeri seperti dulu apalagi ke negara bervisa seperti Eropa...

Bule Ketemu Online, Bisakah Serius?

Estimasi Waktu Baca:
( PERHATIAN!!! SAYA BANYAK SEKALI MENERIMA TESTIMONIALS SOAL COWOK-COWOK DARI INGGRIS YANG MEMINTA ALAMAT SI CEWEK YANG DIKENAL VIA ONLINE. FYI , HAMPIR SEMUA MODUS PENIPUAN SEPERTI INI BERASAL DARI INGGRIS DAN AMERIKA! JANGAN PERNAH TERTIPU KEMASAN KULIT PUTIHNYA, KARENA BISA JADI YANG KALIAN AJAK CHATTING -AN ATAU VIDEO CALL -AN ITU ADALAH PENIPU !! JANGAN PERNAH BERI DATA DIRI SEPERTI NAMA LENGKAP, ALAMAT, SERTA NOMOR IDENTITAS ATAU KARTU KREDIT KE ORANG-ORANG ASING LEWAT DUNIA DIGITAL! BE SMART, BE AWARE, AND PLEASE JANGAN DULU BAPERAN KALO ADA YANG MENGAJAK NIKAH PADAHAL BARU SEMINGGU KENAL!!!) Selain berniat jadi au pair, ternyata blog saya banyak dikunjungi oleh cewek-cewek Indonesia yang ingin pacaran atau sedang dekat dengan bule. Gara-gara tulisan tentang cowok Eropa dan cowok Skandinavia , banyak pembaca blog yang mengirim surel ke saya dan curhat masalah cintanya dengan si bule. Aduh, padahal saya jauh dari kata "ahli" masalah cinta-cintaan. Saya sebetu...

Berniat Pacaran dengan Cowok Skandinavia? Baca Ini Dulu!

Estimasi Waktu Baca:
"Semua cowok itu sama!" No! Tunggu sampai kalian kenalan dan bertemu dengan cowok-cowok tampan namun dingin di Eropa Utara. Tanpa bermaksud menggeneralisasi para cowok ini, ataupun mengatakan saya paling ekspert, tapi cowok Skandinavia memang berbeda dari kebanyakan cowok lain di Eropa. Meskipun negara Skandinavia hanya Norwegia, Denmark, dan Swedia, namun Finlandia dan Islandia adalah bagian negara Nordik, yang memiliki karakter yang sama dengan ketiga negara lainnya. Tinggal di bagian utara Eropa dengan suhu yang bisa mencapai -30 derajat saat musim dingin, memang mempengaruhi karakter dan tingkah laku masyarakatnya. Orang-orang Eropa Utara cenderung lebih dingin terhadap orang asing, ketimbang orang-orang yang tinggal di kawasan yang hangat seperti Italia atau Portugal. Karena hanya mendapatkan hangatnya matahari tak lebih dari 3-5 minggu pertahun, masyarakat Eropa Utara lebih banyak menutup diri, diam, dan sedikit acuh. Tapi jangan salah, walaupun dingin dan hampa...

Mempelajari Karakter Para Cowok di Tiap Bagian Eropa

Estimasi Waktu Baca:
*I talk a lot about European boys in this blog, but seriously, this is always the hottest topic for girls! ;) Oke, salahkan pengalaman saya yang jadi serial dater  selama tinggal di Eropa. Tapi gara-gara pengalaman ini, saya juga bisa bertemu banyak orang baru sekalian mempelajari karakter mereka. Cowok-cowok yang saya temui ini juga tidak semuanya saya kencani. Beberapa dari mereka saya kenal saat workshop, festival, ataupun dari teman. Beruntung sekali, banyak juga teman-teman cewek yang mau menceritakan pengalamannya saat berkencan dari cowok ini, cowok itu, and all of them have wrapped up neatly in my head! Secara umum, tulisan yang saya ceritakan disini murni hasil pengalaman pribadi, pengalaman teman, ataupun si cowok yang menilai bangsanya secara langsung. Letak geografis Eropanya mungkin sedikit rancu, tapi saya mengelompokkan mereka berdasarkan jarak negara dan karakter yang saling berdekatan. Kita semua benci stereotipe, tapi walau bagaimana pun kita teta...

Ayo Belajar Bahasa Asing!

Estimasi Waktu Baca:
Apa yang kalian lakukan di rumah saat sedang galau, bad mood , kesepian, ataupun bosan tiada tara? Nonton TV atau DVD? Dengar radio? Curhat sama teman? Jalan ke mal? Atau tidur-tiduran di kasur, pasang AC, sekalian BBMan sama someone ? Semuanya tidak ada yang salah. Semuanya bisa kita lakukan untuk membunuh rasa bosan dan jenuhnya rutinitas setiap hari. Tapi tahu apa yang biasanya saya lakukan saat sedang bosan dan malas sekali melakukan aktifitas di luar? BELAJAR BAHASA ASING! Lho kok, sedang bosan masih sempet-sempetnya belajar? Belajar bahasa asing pula! Bahasa Inggris aja belum lulus ini. Yuhuuu.. Entah kenapa daripada berkeluh kesah dan mikirin si doi yang belum tentu mikirin kita (duilee..curhat) saya lebih menikmati buku-buku traveling ataupun buka Youtube untuk belajar bahasa asing. Saya merasa selain kegiatan ini positif, pikiran juga teralihkan dari rasa bosan yang kadang membuat saya mau teriak sejadi-jadinya. Terus apa sih enaknya belajar bahasa asing...