Langsung ke konten utama

5 Hal yang Harus Dihindari Antar Au Pair

Estimasi Waktu Baca:

Dunia au pair itu sebetulnya sempit dan sederhana. Kamu tidak akan menemukan masalah terpelik di dalamnya selain problematika keluarga dan anak-anak. Meskipun au pair adalah program pertukaran budaya dipadu dengan part-time job, tapi entah kenapa ada saja yang menjadikan status ini sebagai kompetisi.

Beda keluarga, beda perlakuan. Ibaratnya kamu bekerja di satu perusahaan, lalu teman mu kerja di perusahaan lain, pastinya treatment yang kalian dapatkan tidak akan sama. Mungkin konsepnya sama, sama-sama kerja 5-6 jam per hari. Tapi jadwal libur, tugas, serta fasilitas pastinya berbeda.

Bagi kalian au pair senior atau pun au pair baru, berikut hal yang menurut saya menyebalkan dan harus dihindari:

1. I'm the luckiest!

I don't care if you get an iPhone, invited to a gala dinner, or given €400 voucher in a 5* star hotel by your host family! If I don't, so do the other au pairs.

Inginnya cerita, tapi lalu membanggakan berbagai fasilitas yang didapatkan ke teman au pair lainnya. Cerita kalau host family kita terlalu baik dan selalu membelikan barang-barang mahal, tapi ada niat pamer di belakangnya.

Menurut saya, fasilitas dan nominal uang saku itu sangat sensitif. Jangan bertanya dan jangan juga cerita sendiri. Mengapa, karena efek yang akan terjadi ada dua; kamu jadi sombong atau kamu malah tidak bersyukur. Sombong karena tahu uang saku mu lebih besar dari teman yang lain. Tidak bersyukur karena ternyata uang saku mu sangat standar dibandingkan yang lain.

Kalau kamar kamu besar seperti hotel, bersyukurlah lalu ingat kembali kalau itu hanya kamar pinjaman. Tidak semua au pair mendapatkan kamar besar beserta fasilitas lengkap seperti tv atau kamar mandi pribadi. Tapi lagi-lagi, apa yang mau dibanggakan dari barang pinjaman? Better to shut your mouth up, because we don't care!

2. Membandingkan

Biasanya bermula dari seorang teman au pair curhat masalahnya tentang host family dan ingin minta saran, lalu ada tipe-tipe au pair menyebalkan lain ikut berkomentar.

"Oh, host family gue gak pernah pernah nge-treat gue kayak gitu. Mereka mah baik, selalu ngebeliin apa yang gue pengen."

"Wah aku mah kerjanya enak hanya 4 jam. Dapet kartu transportasi bulanan, tiket nonton tiap bulan, dibeliin kado Natal iPad, kok kamu parah banget?"

"Kemaren hape gue ilang, lalu hf nawarin mau beliin gue iPhone X. Padahal gue gak minta. Baik banget sumpah mereka! Coba deh lo tanya ke hf lo, siapa tau hf lo sebaik hf gue."

"Keluarga aku gak pernah kayak gitu kok. Mereka baik parah!! Blalalalala ~ (lalu ujung-ujungnya malah cerita tentang dia sendiri)"

Woii, teman au pair itu minta pendapat dan saran, bukan minta diceritain ulang apa saja kebaikan keluarga angkat kalian! Daripada membandingkan kondisi mu yang mungkin justru lebih baik dari kondisi si teman, lebih baik berikan support berarti. Kalau tidak bisa, ya sebaiknya diam saja kalau tidak ditanya. Simpan kebaikan si keluarga angkat untuk kamu sendiri, bukan diumbar agar orang lain tambah down dengan kondisinya.

3. Curhat soal cowok

Seperti yang saya bilang di atas, dunia au pair itu mirip dunia anak SMP. Sempit dan sederhana. Kalau bukan masalah keluarga dan anak-anak, ya pasti masalah cowok. Au pair baru itu ibarat anak SMP yang baru kenal pacaran dan masalah cinta-cintaan. Tiap ketemu teman geng, tidak sabar ingin cerita banyak soal cowok dari online dating yang berhasil dia kencani.

I have been here and I was sooo fed up! Boleh, tentu saja boleh cerita tentang cowok-cowok lucu yang berhasil menarik perhatian. Tapi kalau topiknya hanya itu-itu saja, pernah berpikir kah kalau si teman ini pasti bete? Girls, try to read books or news instead to start a smart discussion!

4. Pamer pacar

Bagi sebagian au pair, punya pacar bule itu adalah sebuah prestasi terbesar dan kebanggaan. Tidak jarang momen bahagia di-share kemana-mana untuk mendapatkan pengakuan dari orang lain kalau si abang bule ganteng atau tajir. Lucunya lagi, kadang si pacar ikut dijadikan ajang kompetisi. Mulai dari siapa yang paling ganteng, paling punya banyak duit, paling romantis, paling kuat di ranjang, atau paling cepat mengajak nikah. Is your foreign boyfriend a trophy?

5. Masuk zona nyaman

Saya tahu, cari teman di negara baru itu sulit bukan main. Bersosialisasi dengan orang baru tentu saja tidak mudah, apalagi sudah beda kultur dan bahasa. Tapi menurut saya, kebanyakan teman au pair dari Indonesia juga menjadi bumerang. Apalagi kalau social circle hanya sebatas orang Indonesia saja.

Sayang sekali jauh-jauh datang ke luar negeri hanya untuk mendengarkan gosip, cerita soal cowok bule, atau masalah host family terus-terusan. Belum lagi drama dan adanya tendensi kalau kita dibicarakan di belakang. Mainlah 'yang jauh'. Meet other people from different background! Kamu akan mendapatkan banyak cerita dan pengetahuan baru yang tidak akan pernah kamu dapatkan selama berteman dengan orang Indonesia.

Get out of your comfort zone and be social! 



Komentar

  1. no comment.

    saya bukan au pair.
    hanyalah penikmat secangkir chai latte.
    (sambil mikir, kayanya aku ada hutang chai latte ke dirimu)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bahh! :b

      Chai latte terenak tuh ada di Lyngby, Denmark. Kentel, manisnya & ukurannya pas.

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Program Au Pair Selama Pandemi

Estimasi Waktu Baca:
Tidak hanya satu dua orang pembaca blog yang tiba-tiba DM dan mengeluh betapa susahnya kesempatan mereka jadi au pair di kala pandemi ini. Ada juga yang bertanya apakah karena Korona, program au pair dihilangkan untuk sementara waktu. Satu orang calon au pair yang harusnya berangkat ke Eropa tahun ini, saya dengar aplikasi visanya masih tertahan di Indonesia karena kantor penyedia servis belum buka. First of all, I feel sorry for them. Karena pandemi global yang sampai detik ini belum menemukan titik terang, kita harus dihadapkan dengan  new normal yang sebetulnya juga tak normal. Kegiatan di luar rumah dibatasi, perbatasan imigrasi tertutup untuk orang Indonesia, serta banyaknya penundaan aktifitas fisik di sana-sini demi mengurangi penyebaran infeksi. Tentunya karena perubahan peraturan di semua wilayah di dunia, imbas paling besar terjadi di pintu perbatasan antara negara. Kita tidak bisa seenaknya jalan-jalan ke luar negeri seperti dulu apalagi ke negara bervisa seperti Eropa...

Bule Ketemu Online, Bisakah Serius?

Estimasi Waktu Baca:
( PERHATIAN!!! SAYA BANYAK SEKALI MENERIMA TESTIMONIALS SOAL COWOK-COWOK DARI INGGRIS YANG MEMINTA ALAMAT SI CEWEK YANG DIKENAL VIA ONLINE. FYI , HAMPIR SEMUA MODUS PENIPUAN SEPERTI INI BERASAL DARI INGGRIS DAN AMERIKA! JANGAN PERNAH TERTIPU KEMASAN KULIT PUTIHNYA, KARENA BISA JADI YANG KALIAN AJAK CHATTING -AN ATAU VIDEO CALL -AN ITU ADALAH PENIPU !! JANGAN PERNAH BERI DATA DIRI SEPERTI NAMA LENGKAP, ALAMAT, SERTA NOMOR IDENTITAS ATAU KARTU KREDIT KE ORANG-ORANG ASING LEWAT DUNIA DIGITAL! BE SMART, BE AWARE, AND PLEASE JANGAN DULU BAPERAN KALO ADA YANG MENGAJAK NIKAH PADAHAL BARU SEMINGGU KENAL!!!) Selain berniat jadi au pair, ternyata blog saya banyak dikunjungi oleh cewek-cewek Indonesia yang ingin pacaran atau sedang dekat dengan bule. Gara-gara tulisan tentang cowok Eropa dan cowok Skandinavia , banyak pembaca blog yang mengirim surel ke saya dan curhat masalah cintanya dengan si bule. Aduh, padahal saya jauh dari kata "ahli" masalah cinta-cintaan. Saya sebetu...

Berniat Pacaran dengan Cowok Skandinavia? Baca Ini Dulu!

Estimasi Waktu Baca:
"Semua cowok itu sama!" No! Tunggu sampai kalian kenalan dan bertemu dengan cowok-cowok tampan namun dingin di Eropa Utara. Tanpa bermaksud menggeneralisasi para cowok ini, ataupun mengatakan saya paling ekspert, tapi cowok Skandinavia memang berbeda dari kebanyakan cowok lain di Eropa. Meskipun negara Skandinavia hanya Norwegia, Denmark, dan Swedia, namun Finlandia dan Islandia adalah bagian negara Nordik, yang memiliki karakter yang sama dengan ketiga negara lainnya. Tinggal di bagian utara Eropa dengan suhu yang bisa mencapai -30 derajat saat musim dingin, memang mempengaruhi karakter dan tingkah laku masyarakatnya. Orang-orang Eropa Utara cenderung lebih dingin terhadap orang asing, ketimbang orang-orang yang tinggal di kawasan yang hangat seperti Italia atau Portugal. Karena hanya mendapatkan hangatnya matahari tak lebih dari 3-5 minggu pertahun, masyarakat Eropa Utara lebih banyak menutup diri, diam, dan sedikit acuh. Tapi jangan salah, walaupun dingin dan hampa...

Mempelajari Karakter Para Cowok di Tiap Bagian Eropa

Estimasi Waktu Baca:
*I talk a lot about European boys in this blog, but seriously, this is always the hottest topic for girls! ;) Oke, salahkan pengalaman saya yang jadi serial dater  selama tinggal di Eropa. Tapi gara-gara pengalaman ini, saya juga bisa bertemu banyak orang baru sekalian mempelajari karakter mereka. Cowok-cowok yang saya temui ini juga tidak semuanya saya kencani. Beberapa dari mereka saya kenal saat workshop, festival, ataupun dari teman. Beruntung sekali, banyak juga teman-teman cewek yang mau menceritakan pengalamannya saat berkencan dari cowok ini, cowok itu, and all of them have wrapped up neatly in my head! Secara umum, tulisan yang saya ceritakan disini murni hasil pengalaman pribadi, pengalaman teman, ataupun si cowok yang menilai bangsanya secara langsung. Letak geografis Eropanya mungkin sedikit rancu, tapi saya mengelompokkan mereka berdasarkan jarak negara dan karakter yang saling berdekatan. Kita semua benci stereotipe, tapi walau bagaimana pun kita teta...

Ayo Belajar Bahasa Asing!

Estimasi Waktu Baca:
Apa yang kalian lakukan di rumah saat sedang galau, bad mood , kesepian, ataupun bosan tiada tara? Nonton TV atau DVD? Dengar radio? Curhat sama teman? Jalan ke mal? Atau tidur-tiduran di kasur, pasang AC, sekalian BBMan sama someone ? Semuanya tidak ada yang salah. Semuanya bisa kita lakukan untuk membunuh rasa bosan dan jenuhnya rutinitas setiap hari. Tapi tahu apa yang biasanya saya lakukan saat sedang bosan dan malas sekali melakukan aktifitas di luar? BELAJAR BAHASA ASING! Lho kok, sedang bosan masih sempet-sempetnya belajar? Belajar bahasa asing pula! Bahasa Inggris aja belum lulus ini. Yuhuuu.. Entah kenapa daripada berkeluh kesah dan mikirin si doi yang belum tentu mikirin kita (duilee..curhat) saya lebih menikmati buku-buku traveling ataupun buka Youtube untuk belajar bahasa asing. Saya merasa selain kegiatan ini positif, pikiran juga teralihkan dari rasa bosan yang kadang membuat saya mau teriak sejadi-jadinya. Terus apa sih enaknya belajar bahasa asing...